Tanah Gayo di Mata Duta Wisata Aceh

September 18, 2018 - 22:57
Duta Wisata Aceh untuk tahun 2018, Irna Maulisa
1 dari 3 halaman

SEMBARI menunggu jus jeruk pesanannya, gadis asal Aceh Besar itu terus saja berbincang dengan seorang pemuda di hadapannya. Mereka  duduk di kursi sofa warna ungu dalam ruangan bebas asap rokok.

Keduanya merupakan pasangan Duta Wisata Aceh untuk tahun 2018, Irna Maulisa dan Riefky. Malam itu, Senin 17 September 2018, mereka tengah menikmati masa istirahat dari kesibukan siang harinya bersama teman-teman di sebuah coffee shop di tengah kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah. 

Mereka berada di kota dingin dalam rangka mengikuti rangkaian even Gayo Alas Mountain Internasional (GAMI) Festival 2018,  even promosi wisata yang digelar Pemerintah Aceh dan pemerintah empat kabupaten di dataran tinggi Gayo: Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Tenggara dan Gayo Lues sejak 14 September hingga 24 November 2018 di Takengon.

"Kami di sini (Takengon) sudah sejak hari pembukaan GAMI Festival 2018. Sudah hampir sepekan," kata Lisa panggilan akrab Lina Maulisa,  mengawali percakapan.

Gadis kelahiran Montasik, Aceh Besar 13 Maret 1997 itu, mengaku kagum dengan keindahan alam dataran tinggi Gayo. Baik seni, budaya, hasil alam serta lokasi wisata yang dimiliki. Tanah Gayo benar - benar aset masa depan Aceh bidang pertanian dan wisata.

Selain dengan kopinya yang sudah mendunia, danau Lut Tawar, Pantan Terong dan Burni Terong serta lokasi arung jeram yang dimiliki sungguh benar - benar menakjubkan. 

"Maka sudah tidak salah lagi jika pemerintah mengadakan sejumlah even promosi wisata tingkat internasional di tanah Gayo seperti GAMI Festival tahun ini," ujar Lisa memuja.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.