Capaian Vaksin MR di Aceh Terendah di Indonesia

August 14, 2018 - 08:59
Ilustrasi. Foto by Okezone News
2 dari 3 halaman

“Imunisasi MR di Banda Aceh yang diluncurkan 1 Agustus 2018 sampai dengan saat ini pencapaian 2.28 persen, ini terjadi ada kendala oleh fatwa MUI yang seharusnya sudah ada sejak 2017 lalu,” kata Warqah Helmi, Selasa (14/8/2018) di Banda Aceh.

Kendati demikian, Warqah menyebutkan saat ini sudah ada instruksi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) agar Gubernur, Bupati dan Wali Kota agar mendukung pelaksanaan imunisasi MR. Instruksi dikeluarkan oleh Kemendagri pada tanggal 8 Agustus 2018 lalu tentang Dukungan Pelaksanaan Imunisasi MR Fase II.

“Informasi MUI belum keluarkan fatwa. tetapi ada instruksi dari Kemendagri yang ditujukan ke seluruh provinsi dan kabupaten/kota untuk tetap melakukan imunisasi MR,” tukasnya.

Pemerintah Indonesia meminta masyarakat agar membawa anaknya usia 9 bulan dan di bawah 15 tahun untuk disuntik vaksin MR. Tujuannya adalah untuk melindungi masyarakat dari virus MR. Karena bila terjadi infeksi virus MR ini bisa merusak sel otak terganggu, fisik, mental, pendengaran.

“Tujuan adalah untuk melindungi masyarakat, untuk pemutusan rantai penyebaran dari virus MR hingga pencapaian masyarakat itu bebas dari pada MR tercapai pada tahun 2020 nanti,” jelasnya.

Warqah berharap masyarakat bisa mensukseskan program nasional ini untuk menuntaskan vaksinasi MR. Sehingga masyarakat bisa tercegah dari infeksi virus MR yang bisa mengganggu kesehatan manusia. Apa lagi saat ini secara nasional, Aceh tergolong paling rendah capaiannya di Indoensia.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.