Bahkan, sambung Dermawan, peran koperasi dalam membangun kesetiakawanan sosial telah diakui dunia internasional. Ia menambahkan, PBB telah merekomendasikan agar koperasi tampil sebagai model pembangunan ekonomi di negara-negara berkembang.
"Atas dasar itu revitalisasi koperasi perlu kita galakkan kembali sesuai dengan tema HUT Koperasi tahun ini, 'Penguatan Koperasi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional”.
Dengan cara itu, maka pengaruh kapitalisme yang cenderung membuat orang saling acuh dan tidak peduli dengan sesama dapat dilawan.
Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM, hingga akhir tahun 2017 jumlah koperasi di Aceh mencapai 6.883 unit. Sebanyak 4.356 unit atau 63,29 persen merupakan koperasi aktif sedangkan sebanyak 2.527 unit atau 36,71 persen merupakan koperasi berkategori kurang aktif. Dari jumlah tersebut, masyarakat Aceh yang bergabung sebagai anggota koperasi mencapai 470.354 orang.
"Terimakasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi memajukan koperasi di Aceh. Dirgahayu Koperasi Nasional ke-71 Mari Berdayakan Koperasi di Aceh demi Penguatan Ekonomi Rakyat," pungkasnya.[jp/ril]