Kisah Awal Mula Sebutan Aceh Serambi Mekkah

May 23, 2018 - 12:11
Masjid Tgk Dianjong, Gampong Peulanggahan, Kecamatan Kutraja, Kota Banda Aceh.
3 dari 3 halaman

 

Aceh Serambi Mekkah

Bustami mengaku, awal mula sebutan Aceh itu Serambi Mekkah tidak terlepas dari pengaruh Tgk Dianjong. Tgk Dianjong dikenal dengan ulama Tasawuf dan juga paham dengan ilmu fiqih.

Sehingga tidak heran ada banyak orang datang dari berbagai penjuru di Nusantara ini untuk belajar kepada Tgk Dianjong. Terutama belajar tentang manasik haji, sehingga tempat tinggalnya di Peulanggahan tidak tertampung, karena semakin membludaknya orang datang belajar kepadanya.

Sebelum mendirikan masjid, Tgk Dianjong menampung seluruh santrinya di rumah miliknya yang kecil. Semakin bertambahnya yang belajar kepada Tgk Dianjong, rumah miliknya tidak bisa lagi tertampung.

Lalu Tgk Dianjong mengambil inisiatif mendirikan masjid. Masjid itu selain menjadi tampat ibadah, juga dijadikan tempat mengaji, belajar tentang ilmu agama dan juga dijadikan pusat bermusyawarah.

Bahkan pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia, pernah dijadikan tempat berkumpul untuk menggalang kekuatan melawan penjajah Belanda kala itu.  Semua laskar-laskar perjuangan Aceh, selalu mengatur strategi dan bermusyawarah di masjid tersebut untuk berperangan dengan Belanda.

“Jadi masjid ini juga menjadi masjid bersejarah di Banda Aceh,” jelas Bustami.

Dalam pekarangan masjid yang luas sekitar 4 hektar ini juga dibangun pondok-pondok semacam asrama. Pondok-pondok ini dibangun untuk menampung jamaah haji yang singgah di Aceh, sebelum kembali berangkat ke Mekkah.

Semua yang singgah di masjid Tgk Dianjong hendak menunaikan ibadah haji. Selama singgah di Masjid Tgk Dianjong, jamaah haji memperdalam ilmu pengatahuan tentang naik haji.

Banyaknya orang singgah sebelum berangkat ke Mekkah, kemudian Aceh disebut dengan Serambi Mekkah. Serambi dalam bahasa Aceh Seuramoe. Hampir semua rumah tradisional di Aceh memiliki Seuramoe. Seuramoe itu tempat singgah sementara sebelum masuk ke dalam rumah.

Filosofi itulah kemudian disebutkan Aceh sebagai Serambi Mekkah. Jamaah haji yang berada di Nusantara ini terlebih dahulu singgah di Aceh sebelum berangkat lagi ke Mekkah. Kala itu, untuk berangkat ke Mekkah bisa bertahun-tahun, karena menggunakan jalur laut.[acl]

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.