Muhammad Yacup mengolah dan menjual leumang di Jalan Syiah Kuala, Gampong Lamdingi, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh. Leumang milik Muhammad Yacup memiliki tiga jenis bahan baku dasar yaitu beras ketan putih, ketan hitam, dan ubi.
Sebelum dimasak, Muhammad Yacup dibantu beberapa orang pekerja, terlebih dahulu memasukkan penganan lemang ke dalam bambu yang beragam ukuran.
Selama bulan ramadan, Muhammad Yacup membuat 3 jenis lemang yaitu lemang ubi, ketan hitam dan ketan putih kemudian dicampur dengan santan, gula dan sedikit garam agar terasa gurih. Memasaknya dengan cara dibungkus dengan daun pisang, lalu dimasukkan ke dalam seruas bambu buluh. Setelah itu dibakar di atas bara api hingga matang.
Memasak lemang cukup menyita waktu. Dimasak dengan bara api membutuhkan waktu antara 4 sampai dengan 6 jam. Sejak pukul 09.00 WIB sudah mulai bekerja dan memanggang leumang pada pukul 10.30 WIB dan masak pada pukul 15.00 WIB.
“Setelah itu langsung siap dijual,” jelasnya.
Harga yang dibandrol pun tergolong tidak membuat kantong Anda koyak. Pelanggan bebas memilih, apakah hendak membeli per potong dengan harga Rp 5000 sampai dengan Rp 20.000. sedangkan bila ingin membeli satu bambu buluh, harga berkisar antara Rp 30.000 hingga Rp 100.000.