Menjemput Rezeki dari Leumang Gurih di Bulan Suci

May 20, 2018 - 13:32
1 dari 3 halaman

HABADAILY.COM – Bambu buluh yang telah terisi bahan untuk membuat leumang tertata rapi di perapian. Muhammad Yacup, terlihat sibuk meratakan bara api sembari membolak-balik ratusan bambu buluh muda tersebut.

Hawa panas dari perapian tak membuat surut pria berusia 42 tahun ini menjaga di perapaian. Menggunakan sarung tangan, bambu buluh dirapikan dengan penjepit tang terbuat dari besi.

Asap terus mengepul. Sesekali dia harus mengusap kedua bola matanya karena perih efek dari asap. Namun, ia tetap tak berjarak dari perapian bambu buluh yang berisi bahan untuk bikin leumang. Meskipun sesekali dia harus menjaga jarak, agar kedua bola matanya tak perih.

Tongkat sepanjang 2 meter pun selalu ada di tangannya. Tongkat itu dipergunakan untuk memisahkan bara api, agar di perapian tidak terlalu besar api menyala. Leumang hasil olahan Muhammad Yacup, memanggangnya bukan dengan api besar, tetapi dengan bara api agar kematangan sesuai yang diinginkan.

“Kalau terlalu besar api bisa hangus, gak enak jadinya,” kata Muhammad Yacup, Minggu (20/5/2018).

Muhammad Yacup meneruskan usaha yang dirintis oleh kedua orang tuanya. Hafsah yang sudah berusia 68 tahun sudah tidak terlalu kuat lagi terjun langsung memasak leumang. Usaha ini pun sudah digeluti oleh Hafsah selama 15 tahun lalu, kini dilanjutkan oleh anak pertamanya Muhammad Yacup.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.