Aksi Damai Ormas Islam Aceh Soal Pergub Cambuk Berakhir Ricuh

April 19, 2018 - 13:58
Aksi massa ormas islam di depan kantor Gubernur Aceh Foto pikiranmerdeka
2 dari 3 halaman

Tidak hanya mahasiswa, satu orang pria juga bersimbah darah setelah terkena pukulan dari massa, namun belum diketahui pria tersebut apakah dari massa aksi demo atau aparat keamanan.

Dengan sigap aparat kepolisian langsung mengamankan mahasiswa tersebut agar tidak menjadi sasaran amukan massa. Sementara satu orang pria yang diketahui terluka itu dilarikan ke rumah sakit.

Kemudian pihak kepolisian langsung menenangkan kondisi massa. Orator aksi juga meneriakkan agar massa pendemo tidak terprovokasi. “Tenang, tenang, jangan ada yang emosi. Jangan ada yang terprovokasi. Kita ini aksi damai,” kata orator.

Koordinator lapangan Khairul Rizal kepada wartawan mengatakan, dirinya tidak mengetahui apa yang menjadi penyebab kericuhan. “Saya tidak melihat, tapi yang diamankan mahasiswa. Melihat temannya dari bulan-bulanan massa, sesama mahasiswa juga ikut membalas sehingga timbul aksi kericuhan. Padahal dari awal aksi kita berlangsung damai,” kata Khairul.

Sekitar pukul 12.00 WIB massa membubarkan diri. Nanti setelah Zuhur, aksi serupa akan kembali dilakukan di gedung DPR Aceh. Dalam aksi ini, massa menuntut lima poin, yaitu menerapkan Syari’at Islam secara kaffah di Provinsi Aceh, pecat PNS yang terlibat prostitusi, menolak Pergub No. 5 Tahun 2018 tentag pelaksanaan hukum cambuk.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.