HABADAILY.COM - Pembangunan gedung Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) di KabupatenSimeulue sudah berlangsung sejak tahun 2010, dengan nilai kontrak Rp.47,8 miliar. Namun proyek yang dikerjakan rekanan PT Amarta Karya itu hingga kini belum rampung.
Persoalan PMKS itu terungkap dalam pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Simeulue dengan manajemen PT Amarta Karya yang berlangsung di kantor bupati setempat, Sabtu 11 November 2017. Pertemuan itu turut juga dihadiri Bupati Simeulue Erli Hasyim, Sekda Simeulue Naskah Bin Kamar, pimpinan DPRK Simeulue bersama anggota juga Direktur PDKS Ir Yazid.
Dalam pembicaran disebutkan, pembangunan PMKS yang sudah berlangsung sejak 2010 atau semasa Bupati Darmili (2002-2012), dilanjutkan masa kepimpinan Bupati Riswan NS (2012-2017). Namun hingga saat ini progres proyek masih tidak sebanding dengan anggaran yang sudah ditarik. Anggaran sudah mencapai Rp 41,6 miliar dari nilai konrak Rp 47,8 miliar, sementara progres pembangunan ditaksir baru 87 persen dari 2010.
“Anggaran sudah ditarik rekanan telah dimulai sejak awal tahun 2011. Peranikan pertama 31 Maret 2011 (uang muka 20 persen) Rp.9,5 miliar, termin satu pada 17 Juli 2012 (15 persen) Rp.5,7 milar, termin dua 1 September 2013 (13 persen) Rp Rp.4, 6 miliar, termin tiga 28 Oktober 2014 (22 persen) Rp.7, 5 miliar,” rinci Yazid, Direktur PDKS pada pertemuan itu.