Irwandi Sebut Tambang Emas Ilegal di Beutong Sudah Dihentikan

October 4, 2017 - 12:14
Dokumentasi Walhi Aceh
3 dari 3 halaman

Mirisnya, lahan seribu hekatare lebih itu semua masuk dalam permukiman warga. Bahkan, lubang-lubang besar yang bisa berada di samping, belakang dan depan rumah. Selain mengancam terjadi kerusakan rumah warga, juga mengancam kerusakan fasilitas umum.

“Ini sudah sangat berbahaya, sangat rentan terjadi banjir bandang, karena selain mengancam pemukiman warga juga telah merusak DAS (Daerah Aliran Sungai), yaitu sungai Krueng Cut juga sudah rusak,” kata Direktur Walhi Aceh, Muhammad Nur.

Katanya, areal sungai yang terancam rusak 261,73 hektare. Sekarang sungai tersebut sebelumnya lebar antara 25 meter hingga 30 meter, sekarang paska ada penambangan emas itu lebar sudah mencapai 100 meter.

“Air juga sudah keruh sekarang, dulu air sungai Krueng Cut itu sangat jernih,” jelasnya.

Lain lagi lahan tanaman produktif hilang. Seperti pohon pinang, kelapa, coklat dan tumbuhan produktif lainnya semua sudah rusak. Bahkan semakin diperparah, lahan persawahan juga mengalami rusak parah.

“Sawah tak bisa lagi ditanam padi, karena sudah rusak parah,” tutupnya.[merdeka/acl]

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.