Ia menjelaskan, menjauh dari Salsa berdasarkan permintaan Tarmizi. Mereka sempat pergi ke Panton Labu Aceh Utara, saat Salsa mulai dirawat di ruang bedah rumah sakit Tgk Chik Ditiro Sigli. Dari situlah dikabarkan orang tua korban melarikan diri.
“Kami trauma saat ini, dikatakan kalau Salsa melihat saya menangis padahal Salsa ingin bersama saya saat dirumah sakit, bukan menolak,” ujarnya dengan nada sedih.
Sekretaris desa (Sekdes) gampong Seukeuk Tangse, T Junaidi mengatakan, selama keluarga Salsa tinggal di gampong mereka, belum ada yang mencurigakan dari tingkahnya. Bahkan ayah tirinya dikatakan berbaur dengan masyarakat setempat.
“Sepertinya tidak mungkin ayah tiri Salsa melakukan itu, orangnya kami lihat baik dan tidak ada hal – hal yang mencurigakan, bahkan saya sempat melihat korban di gendong ayahnya itu,” kata Junaidi.
Sementara korban hingga kini masih dirawat di ruang bedah rumah sakit Tgk Chik Ditiro Sigli, namun kondisinya saat ini semakin membaik. Meski demikian kasus dugaan penganiayaan ini sudah ditangani Polres Pidie dan sedang dalam penyelidikan Polisi.
Sebelumnya foto Salsa viral di media sosial, diduga korban tindakan kekerasan oleh ibu kandung dan ayah tirinya.[jp]