HABADAILY.COM - Ainal Mardiah Ibu kandung Salsa Sabila, dan ayah tirinya Saiful Ikhwan membantah atas dugaan telah melakukan tindakan kekerasan terhadap korban yang masih berusia sekitar dua tahun setengah beberapa waktu lau.
“Saya gak gila bang, itu anak manusia gak mungkin saya pukul, kalau saya bersalah, saya gak lagi disini pasti sudah melarikan diri,” kata Saiful Ikhwan.
Keterangan ini disampaikan kedua orang tua korban, Sabtu 19 Agustus 2017 saat ditemui di rumah tempat mereka menumpangi saat ini, di Gampong Seukeuk, Kecamatan Tangse Kabupaten Pidie.
Diketahui pasangan suami istri ini meurpakan warga Padang Sumatera Barat (Sumbar), yang ingin mengubah nasib di dataran tinggi Tangse untuk tinggal di sana dan mencari rezeki.
Mereka mengaku Salsa Sabila bukan korban penganiayaan, melainkan mengalami sakit cacar dan juga pernah kecelakaan jatuh dari atas kendaraan.
“Salsa patah tulang karena kecelakaan saat dalam perjalanan menuju ke Pustu untuk berobat cacar yang dialaminya,” ujar Ainal Mardiah.
Kejadian kecalakaan itu bukan bersama mereka tetapi bersama paman korban Tarmizi. Selama ini korban tinggal di rumah Tarmizi, sedangkan orang Ainul dan suami (ayah tiri Salsa) tinggal di rumah kontarakan yang juga berada dalam Gampong Seukeuk Tangse.
Pihaknya tidak mengetahui persis kejadian yang menimpa anaknya itu. Namun kecelakaan itu diketahui atas keterangan abang iparnya mereka (paman korban)Tarmizi. Akibat dari kecelakaan itu, korban mengalami patah tulang.
Pasca kejadian kecelakaan kondisi korban sangat mengenaskan, sehingga dirujuk ke rumah sakit Tgk Chik Ditiro Sigli. Sebelumnya korban sempat menjalani perawatan medis biasa selama satu minggu di tempat mantri dan tukang urut di daerah terdekat.
“Mana mungkin saya memukul Salsa, dari kecil Salsa saya rawat sejak almarhum ayahnya meninggal,” pengakuan Ainal.
Kemudian alasan lain yang diperoleh dari orang tua korban, selain terkendala dengan faktor ekonomi, mereka juga tidak memiliki BPJS untuk mengobati Salsa, sehingga dengan berbagai alasan dan isu - isu yang berkembang mereka harus menjauh dari anaknya.
“Kami di sini baru pindah, perawatan anak saya membutuhkan biaya yang sangat besar, jangankan untuk biaya rumah sakit, makan saya kami susah,” jelasnya.
Mereka mengaku sebagai korban fitnah dalam kasus dugaan kekerasan. Dirumah sakit Ainal diisukan sebagai pelaku penganiayaan terhadap Salsa.
Ia juga tidak menuduh abang iparnya Tarmizi dalam hal ini, meski sebelumnya isu kekerasan ini berawal dari mulut – ke mulut yang bersumber dari Tarmizi pamannya korban.
Ia menjelaskan, menjauh dari Salsa berdasarkan permintaan Tarmizi. Mereka sempat pergi ke Panton Labu Aceh Utara, saat Salsa mulai dirawat di ruang bedah rumah sakit Tgk Chik Ditiro Sigli. Dari situlah dikabarkan orang tua korban melarikan diri.
“Kami trauma saat ini, dikatakan kalau Salsa melihat saya menangis padahal Salsa ingin bersama saya saat dirumah sakit, bukan menolak,” ujarnya dengan nada sedih.
Sekretaris desa (Sekdes) gampong Seukeuk Tangse, T Junaidi mengatakan, selama keluarga Salsa tinggal di gampong mereka, belum ada yang mencurigakan dari tingkahnya. Bahkan ayah tirinya dikatakan berbaur dengan masyarakat setempat.
“Sepertinya tidak mungkin ayah tiri Salsa melakukan itu, orangnya kami lihat baik dan tidak ada hal – hal yang mencurigakan, bahkan saya sempat melihat korban di gendong ayahnya itu,” kata Junaidi.
Sementara korban hingga kini masih dirawat di ruang bedah rumah sakit Tgk Chik Ditiro Sigli, namun kondisinya saat ini semakin membaik. Meski demikian kasus dugaan penganiayaan ini sudah ditangani Polres Pidie dan sedang dalam penyelidikan Polisi.
Sebelumnya foto Salsa viral di media sosial, diduga korban tindakan kekerasan oleh ibu kandung dan ayah tirinya.[jp]