Pihaknya tidak mengetahui persis kejadian yang menimpa anaknya itu. Namun kecelakaan itu diketahui atas keterangan abang iparnya mereka (paman korban)Tarmizi. Akibat dari kecelakaan itu, korban mengalami patah tulang.
Pasca kejadian kecelakaan kondisi korban sangat mengenaskan, sehingga dirujuk ke rumah sakit Tgk Chik Ditiro Sigli. Sebelumnya korban sempat menjalani perawatan medis biasa selama satu minggu di tempat mantri dan tukang urut di daerah terdekat.
“Mana mungkin saya memukul Salsa, dari kecil Salsa saya rawat sejak almarhum ayahnya meninggal,” pengakuan Ainal.
Kemudian alasan lain yang diperoleh dari orang tua korban, selain terkendala dengan faktor ekonomi, mereka juga tidak memiliki BPJS untuk mengobati Salsa, sehingga dengan berbagai alasan dan isu - isu yang berkembang mereka harus menjauh dari anaknya.
“Kami di sini baru pindah, perawatan anak saya membutuhkan biaya yang sangat besar, jangankan untuk biaya rumah sakit, makan saya kami susah,” jelasnya.
Mereka mengaku sebagai korban fitnah dalam kasus dugaan kekerasan. Dirumah sakit Ainal diisukan sebagai pelaku penganiayaan terhadap Salsa.
Ia juga tidak menuduh abang iparnya Tarmizi dalam hal ini, meski sebelumnya isu kekerasan ini berawal dari mulut – ke mulut yang bersumber dari Tarmizi pamannya korban.