Nasibmu Anak Kanker Aceh

January 18, 2017 - 21:27
2 dari 3 halaman

Di depan orang nomor satu di DPRA, Ratna Eliza pun berkisah mulanya ia tergerak hatinya membantu anak kanker Aceh. Padahal, dirinya bukan asli Aceh, tetapi asal Pelembang dan berumah tangga dengan orang Aceh.

Bulir bening tiba-tiba keluar dari pipi perempuan asal Pelembang ini. Lalu ia sapu dengan kedua tangannya. Suaranya parau, terdiam sejenak lalu ia melanjutkan kisah nasib anak kanker Aceh yang kurang diperhatikan oleh pemerintah.

Kondisi rumah yang dihuni oleh anak-anak kanker dibawah binaan relawan dari C Four Aceh jauh dari sempurna. Hanya ada dua kamar, dua ruangan keluarga yang ukuran 3x3 meter, saat banyak anak harus mengikuti pengobatan kemoterapi jadi terasa sempit.

Padahal setiap bulannya, C Four menerima anak kanker keluarga miskin bisa mencapai 3 sampai 5 orang. Bahkan tak jarang, rumah ini menjadi sempit, karena keterbatasan ruangan.

Namun, perjuangan relawan C Four dibawah besutan Ratna Eliza tetap melayani anak-anak Aceh yang menderita kanker itu. Bahkan tak jarang, Ratna Eliza harus merogohkan koceknya sendiri untuk membiaya akomodasi keluarga anak kanker itu.

“Bahkan sampai makan keluarga pasien kami tanggung, termasuk kadang ongkos transportasi saya kirim, bahkan saya gunakan uang pribadi saya,” jelas Ratna yang hanya berprofesi staf administrasi di SMU Labschool Unsyiah.

Tgk Muharuddin pun mendengar masukan yang disampaikan oleh Ratna Eliza. Kata Tgk Muhar, ini menjadi pertimbangan sendiri bagi dirinya, agar anak kanker nantinya bisa terlayani dengan baik.

“Masukan tadi luar biasa supayakan menjadi catata khusus dan serius, dimana setiap tahunnya terjadi peningkatan anak kanker di Aceh,” kata Tgk Muharuddin.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.