HABADAILY.COM - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Simeulue menyorot biaya perjalanan dinas tiga pimpinan mereka yang menghabiskan anggaran cukup besar. Mereka mendesak agar ketiganya mengembalikan sebagian dana tersebut.
Informasi dihimpun dari gedung dewan, biaya dinas ketiga pimpinan DPRK Simeulue yang disorot itu merupakan biaya perjalan dinas dalam kurun waktu tahun 2016. Seperti biaya Rapat Koordinasi (Rakor) Ketua DPRK Simeulue atas nama Murniati ke Banda Aceh mencapai Rp 111,398 juta plus Rakor ke Jakarta Rp 139,062 juta.
Kemudian dua wakil ketua yakni Rosnidar Mahlil dan Ferdian menghabiskan anggaran hanya untuk Rakor ke Banda Aceh senilai Rp 180,796 juta dan Rakor ke Jakarta Rp 238,392 juta. Sedangkan biaya perjalanan dinas untuk 17 anggota dewan hanya menghabiskan Rp 1,082 miliar untuk Rakor ke Banda Aceh dan Rp 1.350 miliar untuk Rakor ke Jakarta.
Besarnya biaya dinas ketiga pimpinan dewan dibandingkan yang dihabiskan para anggota, membuat 17 anggota DPRK Simeulue mengadakan rapat khusus. Para anggota wakil rakyat ini kemudian menerbitkan rekomendasi yang isinya meminta ketiga pimpinan mereka untuk mengembalikan sebagain dari dana tersebut.