HABADAILY.COM - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Simeulue menyorot biaya perjalanan dinas tiga pimpinan mereka yang menghabiskan anggaran cukup besar. Mereka mendesak agar ketiganya mengembalikan sebagian dana tersebut.
Informasi dihimpun dari gedung dewan, biaya dinas ketiga pimpinan DPRK Simeulue yang disorot itu merupakan biaya perjalan dinas dalam kurun waktu tahun 2016. Seperti biaya Rapat Koordinasi (Rakor) Ketua DPRK Simeulue atas nama Murniati ke Banda Aceh mencapai Rp 111,398 juta plus Rakor ke Jakarta Rp 139,062 juta.
Kemudian dua wakil ketua yakni Rosnidar Mahlil dan Ferdian menghabiskan anggaran hanya untuk Rakor ke Banda Aceh senilai Rp 180,796 juta dan Rakor ke Jakarta Rp 238,392 juta. Sedangkan biaya perjalanan dinas untuk 17 anggota dewan hanya menghabiskan Rp 1,082 miliar untuk Rakor ke Banda Aceh dan Rp 1.350 miliar untuk Rakor ke Jakarta.
Besarnya biaya dinas ketiga pimpinan dewan dibandingkan yang dihabiskan para anggota, membuat 17 anggota DPRK Simeulue mengadakan rapat khusus. Para anggota wakil rakyat ini kemudian menerbitkan rekomendasi yang isinya meminta ketiga pimpinan mereka untuk mengembalikan sebagain dari dana tersebut.
Dengan rincian, untuk Ketua DPRK Murniati diwajibkan mengembalikan senilai Rp 147 juta dan dua wakil lainnya mengembalikan senilai Rp 118 juta."Benar, kami menilai dana untuk perjalanan dinas tiga pimpinan kita terlalu besar dan hasil musyawarah kita dengan surat pernyataan wajib mereka kembalikan," kata Abdul Razaq, salah seorang anggota dari Partai Gerindera, Senin (19/09/2016).
Dia menambahkan dalam surat rekomendasi tersebut pengembaliannya tidak ada batas waktu namun diminta sesegera mungkin ketiganya mengembalikan kelebihan dana perjalanan dinas itu."Rinciannya, Ketua Murniati harus mengembalikan Rp 147 juta dan dua Wakil Ketua Rp 118 juta dan pak Fardinan sebanyak Rp 30 juta," imbuhnya.
Senada dengan Abdul Razak juga dikemukakan anggota dewan lainnya Sunardi S, politisi PAN dan Hasranudin politisi dari partai PBB. "Iya biaya perjalanan dinas pimpinan terlalu besar," katanya.
Sementara Wakil Ketua DPRK Simeulue, Fardinan mengaku belum mengetahui detil persoalan kelebihan biaya perjalanan dinas para pimpinan dewan."Saya belum mengetahui itu, justru saat saya dinas luar uang saya sendiri Rp 30 juta yang terpakai. Sampai saat ini uang saya itu belum dibayar oleh pihak keuangan dewan," katanya.
Dia juga mengatakan belum ada mendapat keterangan terperinci soal ini berhubung Ketua DPRK Murniari sedang menunaikan ibadah haji. Kasubag Keuangan Setwan Hanafi yang diminta tanggapannya soal dana tersebut tidak mengangkat handphonenya namun ia hanya membalas dengan SMS.
"Oiya pak, maaf saya gak tau soal over perjalanan dinas dewan. Langsung aja pak konfirmasi sama sekretaris dewan, terima kasih," tulis Hanafi lewat pesan pendeknya. Fadli Bendahara Pengeluaran Setwan belum mendapat keterangan atas dana tersebut karena ketika dihubungi hendphone bersangkutan bernada sibuk. [jp]