Berbekal selembar kain untuk digunakan mengambil sisa-sisa minyak. Lalu minyak dari kain tersebut diperas kembali dalam jerigen yang tersangkut di pundaknya.
Satu persatu ia mendatangi sumur bor milik warga untuk mengambil sisa-sisa minyak yang tumpah ataupun terbuang bersama aliran air yang bercampur lumpur. Tak jarang pula ia meminta sedikit bagian dari para penambang.
Dalam sehari ia mampu mendapatkan 3-4 jerigen yang dijualnya langsung kepada para penambang. Dengan hasil tersebut, ia mampu membawa pulang uang sekitar Rp 50.000 hingga Rp 70.000.
“Tapi kadang cuma dapat 1 jerigen, jadi cuma dapat Rp 20.000, pernah juga enggak dapat minyak karena enggak ada orang yang ngebor,” ujarnya.
Uang yang didapat dari meleles minyak itulah dimanfaatkan Anja untuk membeli makanan. Sebagiannya lagi ditabung untuk kebutuhan lainnya. Aktivitas itu, ia kerjakan setiap hari, sedangkan neneknya hanya bisa berbaring di rumah tanpa bisa berbuat apapun karena telah lanjut usia.[acl]