HABADAILY.COM – Sorot matanya yang polos dengan postur tubuhnya mungil menatap tajam ke seisi ruangan. Senyum sumringahnya tidak menggambarkan kepedihan yang tengah ia derita setelah ditinggal pergi oleh kedua orang tuanya.
Namanya Anja Maymita (16) anak pertama korban penceraian kedua orang tuanya telah membuat dia harus menghadapi kerasnya kehidupan ini. Meskipun demikian, dia tetap tidak patah arang, senantiasa tidak meluluhkan semangat untuk bertahan hidup bersama neneknya yang sudah tua renta.
Seusia Anja, semestinya masih mengenyam pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA). Namun apa hendak dikata, kemiskinan telah membuat dia terpaksa harus berhenti sekolah sejak kedua orangnya berpisah.
“Dulu sekolah sampai tamat SMP, terus masuk SMK sampai kelas dua, terus keluar karena enggak bayar SPP, udah nunggak 5 bulan,” kata Anja, Senin (7/9) lirih. Padahal dia sangat berkeinginan untuk melanjutkan pendidikan.
Setelah kedua orang tuanya cerai, ia ditelantarkan begitu saja. Sedangkan Ibunda dan Ayahnya tak tau rimbanya. Dia harus hidup sebatang kara mengarungi bahtera kehidupan.
Sebelumnya Anja sempat bekerja di tempat jual buah di Binjai, Sumatera Utara. Karena di sana tidak memiliki sanak saudara, ia pun memutuskan untuk kembali ke rumah neneknya di Aceh Timur.
”Pernah sempat di Tebing Tinggi, kerja di tempat jual buah, terus pulang kesini, ngapain disana enggak ada siapa-siapa,” tuturnya.