Menyambung Hidup dari Tetesan Emas Hitam

September 7, 2015 - 23:09
foto ilustrasi by liputan6.com
2 dari 3 halaman

Sekarang Anja menjadi tulang punggung bagi dirinya dan juga menafkahi nenek yang sudah tua renta. Dia tinggal di sebuah gubuk reot berbetuk persegi panjang beratapkan rumbia.

Melihat kondisi neneknya yang sakit-sakitan, membuat lirih karena tidak memungkinkan untuk bekerja. Terkadang tanpa ada alasan pasti, barang-barang yang ada di hadapan dibuang dan diserakkan oleh sang nenek.

Anja sudah dua bulan lebih tinggal bersama nenek menjadi tulang punggung menghidupi dirinya dan nenek.

Ia pun harus mengerjakan pekerjaan yang tidak layak ia kerjakan di usia Anja sekarang. Selepas salat subuh, di pundak Anja disangkutkan beberapa buah jerigen.

Suasana masih gelap, Anja cepat-cepat berangkat bekerja mengais rezeki dari sisa-sisa tetesan “emas hitam” dari hasil pengoboran minyak tradisonal milik warga.

Dia harus bangun lebih awal, bila ingin mendapatkan penghasilan yang lebih banyak. Karena ia tidak sendiri, ada puluhan orang lainnya juga mengais rezeki seperti Anja kerjakan.

“Kalau musim hujan, keluar sore sampai menjelang magrib,” jelasnya.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.