Polisi Tembak Mati Diduga Anggota Din Minimi Dikecam

August 29, 2015 - 09:28
2 dari 3 halaman

“Ini bukan soal membela para terduga itu. Tapi saya lebih melihat ke persoalan penegakan hukumnya. Jangan sampai aparat kita justru dianggap telah bertindak sembarangan dan melanggar hak asasi manusia,” tegasnya.

Kecaman yang senada juga dilontarkan oleh seorang pengamat politik keamanan Aceh, Aryos Nivada, MA. Menurut dia penembakan terhadap Beurijuk di Batuphat, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, polisi sudah menyalahi prosedur penanganan Kamtibmas.

“Jangan polisi memaknai dilumpuhkan itu ya ditembak mati, masa dengan keahlian menembak di bagian kaki tidak bisa, apalagi polisi jago bela diri masa tidak bisa melumpuhkan secara fisik setelah ditembak kakinya,” ungkap Aryos.

Aryos justru menuding polisi sudah kehilangan sifat humanis  dalam bertindak mengantispasi kriminalitas. Bahkan lebih memperlihatkan gaya kekerasan dari pada cara polisi yang profesional. Terkesan sekarang polisi lepas control dan paranoid terhadap kelompok Din Minimi.

Aryos meminta kepada Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk turun melakukan investigasi tindakan polisi ketika menembak Berijuek. Hal-hal perlu diinvestigasi terkait rekaman visual yang dimiliki di SPBU Batuhpat, uji balistik, uji forensik, dan lain-lain.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.