Siaga Satu Bencana Alam

Cuaca di Simeulue dalam Sepekan

Ahmad | habadaily.com | 10 November 2017, 11:19 WIB
Cuaca di Simeulue dalam Sepekan Aparat TNI dan Polisi di Simeulue membatu warga melewati tumpukan tanah longsor gunung Pulau Bengkalak, 8 Nov 2017| Ahmad

HABADAILY.COM  – Dalam sepekan terakhir Kabupaten Simeulue dilanda hujan deras.  Beberapa tempat di sana banjir, jembatan rusak hingga tebing gunung longsor. Kondisi tersebut membuat pemerintah setempat menetapkan Simeulue siaga satu bencana alam, 5-11 November 2017.

Hujan deras di Simeulue muncul sejak 5 Novemer 2017 dan merendam 32 rumah warga di sejumlah desa di kawasan Kampung Air, Kecamatan Simeulue Tengah. Hujan deras kembali terjadi pada Rabu 8 November 2017 yang menimbulkan tebing gunung pinggir jalan Pulau Bengkalak longsor.  Deras air akibat hujan deras juga merusak sejumlah jembatan akses penghubung transport

Longsor di kawasan pegunungan Pula Bengkalak membuat permukaan jalan penghubung dari dan ke Kecamatan Simeulue Timur - Kecamatan Teupah Selatan ditimbun longsoran tanah sepanjang 20 meter. Longsong itu sempat mengganggu arus transportasi hingga 8 jam.

Kemudian satu unit jembatan beton yang menghubungkan ruas jalan umum Kecamatan Simeulue Timur - Teluk Dalam dan Kecamatan Simeulue Barat juga rusak berat pada tiang penyangga utamanya di bagian bawah jembatan karena digeru air sungai Kuala Makmur.

Sehingga jembatan dengan panjang lebih kurang 40 meter tersebut untuk sementara tidak dapat dilalui kenderaan bertonase berat.  Hingga kini pihak Pemerintah Kabupaten Simeulue sedang mengupayakan perbaikan tiang penyangga jembatan yang rusak.  Agar tetap dilalui pemerintah juga sedang mengupayakan membuat jembatan darurat

Hingga saat ini estimasi kerugian pasca bencana alam longsoran dan dua jembatan yang rusak dan putus, diperkirakan mencapai Rp.200 juta, dan belum termasuk estimasi kerugian rendaman banjir 32 unit rumah warga di Kecamatan Simeulue Tengah.

Tewas ditimpa Excavator

Pada 08 November 2017 juga telah terjadi musibah meninggalnya Ridha Aswarin (60) karena ditimpa excavator (beko) sekitar pukul 15:00 WIB. Korban saat itu berada di atas beko yang diangkut sebuah truk trado. Rencananya beko itu akan dibawa memperbaiki jembatan Kuala Makmur yang rusak karena diterjang deras air. Supaya jembatan dapat dilalui.

Naas, truk tardo yang mengangkut alat berat yang disopiri  Zulfadlih (30), warga Desa Kuala Makmur itu tergelincir dan terhempas dari jalur jalan, saat melintasi jalan dan jembatan kecil yang licin. Beko dalam di atas truk terhempas ke juran dan menimpa korban. Nyawa korban tidak dapat tertolong meski sudah dibawa ke RSUD Simeulue untuk pengobatan. Kasus ini sedang ditangani polisi.

Siaga Satu Benca Alam

Kondisi cuaca di Simeulue tersebut  membuat pemerintah setempat mengeluarkan penetapan siaga satu bencana alam di sana selama tujuh  hari sejak 05-11 November 2017. Apabila potensi bencana alam itu masih berlanjut,  status siaga satu ini bisa saja akan diperpanjang dengan status meningkat yakni siaga satu darurat bencana alam.

"Selama 7 hari ini Simeulue kita tetapkan siaga satu bencana alam. Ini bisa diperpanjang apabila cuaca juga belum bersahabat,” kata Bupati Simeulue Erly Hasyim, Kamis (09/11/2017).

Dia juga meminta kepada seluruh warga di 138 desa pada 10 kecamatan di Kabupaten Simeulue untuk tetap waspada dan siaga bencana.  Pihak terkait pada bidang kebencanaan juga tetap dalam kondisi siaga satu. Dapat dikerahkan dalam waktu singkat dan cepat, baik sebelum, sedang dan sesudah terjadinya bencana.

Pihak BPBD dan SAR setempat telah mempersiapkan seluruh unit-unit sumber daya baik personil maupun pendukung lainnya untuk antisipasi bencana alam dan bencana kemanusiaan, setelah pemerintah setempat menetapkan siaga satu bencena dalam sepekan ini.

"Sudah kita siapkan seluruh sumberdaya yang ada baik personil maupun peralatan lainnya,” kata Ikhsan Mikaris, Kepala BPBD Simeulue.

Pelaksanaan status siaga satu di seluruh wilayah darat, laut dan udara Kabupaten Simeulue juga diterapkan. Pihak SAR Simeulue , 24 jam siap siaga. " Satgas SAR Simeulue dan Satgas SAR Pulau Banyak, siaga 24 jam. Sebagai persiapan kebencaanaa,” kata Rahmat Kenedi, Koordinator Pos SAR Kabupaten Simeulue. [jp]