Kanker Otot Pupuskan Niat Wahyu Jadi Tentara

Ahmad - habadaily
26 Jul 2018, 09:52 WIB
Kanker Otot Pupuskan Niat Wahyu Jadi Tentara

HABADAILY.COM – Kepalanya botak, kaki kanannya tampak membengkak. Peralatan medis harus terpasang di tubuhnya. Remaja berusia 14 tahun ini hanya bisa terbaring lemas, setelah divonis menderita kanker otot (Rabdomiosarkoma) sejak Desember 2017.

Ramaja itu bernama Wahyu Hidayat. Usianya yang masih 14 tahun, yang memiliki cita-cita jadi tentara. Namun harus menguburkan semua cita-citanya. Kendati demikian, yang membuat dia lega sudah dinyatakan lulus Ujian Nasional.

Ujian Nasional yang diikutinya pun tak di sekolah. Ia harus mengikuti ujian kelulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sambil berbaring di rumahnya di Gampong Leubang Hulu, Kecamatan Teupah Barat. Selain bercita-cita ingin menjadi tentara, juga akan ingin melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA.

Saat ini remaja pasangan Misran (45) dan Kamisa (43) sedang dirawat  di RSUD Simeulue. Bahkan sudah pernah dirawat hingga  ke RSUZA Banda Aceh, namun belum mendapat tanda-tanda akan sembuh.

Remaja hobinya sepakbola ini tampak pangkal paha kanannya semakin membesar, bengkak dan sebagian kulit bawah pahanya mulai terkelupas. Dia pun sesekali meringis kesakitan menahan rasa nyeri di pangkal pahanya.

Menurut Misan, Wahyu sudah beberapa kali dirujuk ke RSUZA, Banda Aceh untuk menjalani kemoterapi. Namun hingga sekarang Wahyu tetap harus mendapatkan perawatan medis akibat kanker otot.

"Sudah pernah dirujuk ke Rumah Sakit Zainal Abidin dan juga beberapa kali dirawat di rumah sakit ini, namun belum sembuh penyakit anak saya ini dan dia bercita-cita ingin menjadi tentara," kata Misran beberapa waktu lalu.

Misran berkisah gelaja awal penyakit yang diderita si buah hatinya. Ini bermula ada benjolan di pangkal pahanya. Yang membuat khawatir, benjolan itu terus membesar. Pihak keluarga pun langsung mengobati anaknya baik secara medis maupun tradisional.

"Kalau biaya untuk mengobati anak saya ini sudah banyak, kalau saya perkirakan sudah setara dengan harga lebih dari 4 ekor kerbau dewasa serta itu termasuk tambahan sumbangan, bantuan dari donatur, namun belum cukup dan apalagi sakit anak saya ini semakin bertambah parah, maka sekali lagi kami mohon uluran tangan dari siapapun untuk kesembuhan anak saya, dan ingin cita-citanya tercapai menjadi tentara,” pintanya.

Direktur RSUD Simeulue, drg Farhan membenarkan ada pasien yang menderita kanker otot yang sedang dirawat di rumah sakit yang ia pimpin.

"Benar ada pasien Rabdomiosarkoma, yang saat ini masih dalam observasi medis dan setelah nantinya memungkinkan akan dirujuk ke RSUZA Banda Aceh," katanya.

Katanya, Wahyu Hidayat telah pernah dirawat dan dirujuk ke RSUZA Banda Aceh untuk menjalani siklus kemoterapi dan penanganan medis lainnnya. Sedangkan RSUD Simeulue belum mampu untuk melakukan tindakan medis terhadap pasien Rabdomiosarkoma. Saat ini pasien tersebut mengalami keluhan nyeri hebat pada bagian sendi tulang dan tingkat anemia HB 6.

"Rumah sakit kita belum mampu untuk melakukan tindakan medis terhadap Wahyu Hidayat,” kata Farhan.[acl]

Loading...