Jarak dari Banda Aceh ke kawasan Tiro adalah sekitar 145 kilometer. Dari Desa Blang Keudah, wisatawan harus menelusuri jalur sungai dan menyeberangi sekitar tujuh aliran sungai yang cukup lebar dan dalam.
Setelah itu, barulah pendakian sesungguhnya dimulai. Waktu tempuh berjalan kaki menuju puncak memakan waktu sekitar 2 hingga 3 jam.
"Mengingat belum adanya petunjuk jalan resmi, perjalanan ini menjadi sangat menantang. Oleh karena itu, wisatawan sangat disarankan untuk menggunakan jasa warga setempat sebagai penunjuk arah (guide)," ujarnya.
Sebagai Duta Wisata Pidie, Dzurriyyal Khaira percaya bahwa Savana Gunong Taleuk adalah harta alam Pidie yang harus terus dijaga.
"Gunong Taleuk bukan sekadar destinasi wisata, tetapi ruang untuk merasakan ketenangan, meresapi keindahan alam Aceh, dan belajar menghargai perjuangan sebelum sampai ke puncak. Kami berharap wisata ini semakin dikenal, namun tetap dirawat agar keasriannya tidak hilang oleh keramaian,” pesannya.
Pasangan Agam Pidie 2025, Teuku Iqbalz ini juga menambahkan, sejauh ini Gunong Taleuk lebih banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal, khususnya kalangan muda dari Pidie dan daerah sekitarnya.
"Mereka biasanya datang untuk menikmati suasana savana, healing, camping, dan tentunya mengeksplorasi keindahan alam yang masih sangat alami ini," ujar Inong Pidie.
Selain itu, tempat ini juga populer di kalangan komunitas pendaki dan pencinta alam karena jalurnya yang memberikan pengalaman trekking menantang, terutama saat harus melintasi aliran sungai sebelum tiba di titik pendakian.
Belakangan, Gunong Taleuk kian ramai dikunjungi oleh fotografer dan kreator konten karena pemandangannya yang estetis dan jarang ditemukan di tempat lain di Aceh.