Savana Gunong Taleuk: Hamparan Hijau yang Membuat Pidie Terasa Lebih Hidup

April 19, 2026 - 21:02
Savana Gunong Taleuk: Hamparan Hijau yang Membuat Pidie Terasa Lebih Hidup. (FOTO: HO I Duta Wisata Pidie 2025).

HABADAILY.COM - Tidak semua keindahan bisa ditemui dengan mudah. Ada yang harus dicari, ditempuh, bahkan diperjuangkan. Namun, justru karena proses itulah keindahannya terasa jauh lebih berharga.

Di Kabupaten Pidie, Aceh, terdapat sebuah tempat yang membuat siapa pun terdiam sejenak begitu melihatnya, seolah alam sedang memamerkan lukisan terbaiknya. Tempat itu bernama “Savana Gunong Taleuk”.

Hamparan savana terbentang luas di kawasan pegunungan Kecamatan Tiro. Rumput-rumput pendek setinggi sekitar 30 sentimeter tumbuh menyelimuti tanah, laksana permadani hijau kekuningan.

Ketika angin berembus, rerumputan itu bergoyang serentak menciptakan pemandangan yang terasa begitu hidup. Dari atas bukit, pandangan terbuka lebar: lekukan perbukitan, kabut tipis yang menggantung, serta langit yang terasa begitu dekat, seolah bisa disentuh.

Gunong Taleuk berada di kawasan Pegunungan Bukit Barisan. Lerengnya curam namun lapang, dengan pepohonan yang tidak terlalu rapat sehingga hamparan savana terlihat sangat dominan. Keunikan lanskap inilah yang membuat kawasan tersebut mulai ramai dibicarakan.

Savana Gunong Taleuk: Hamparan Hijau yang Membuat Pidie Terasa Lebih Hidup. (FOTO: HO I Duta Wisata Pidie 2025).

Inong Pidie 2025, Dzurriyyal Khaira, turut membagikan kekagumannya terhadap pesona tempat ini. Menurutnya, banyak wisatawan yang mengabadikan keindahan Gunong Taleuk dan membagikannya di media sosial. Perlahan, tempat ini menjelma menjadi destinasi baru yang diburu para pencinta hiking.

"Menariknya, nama 'Taleuk' berasal dari bahasa Aceh yang berarti 'cerai' atau 'terpisah'," kata Dzurriyyal Khaira, kepada Habadaily.com, Minggu (19/04/2026).

Nama itu seakan menggambarkan bentuk bukit-bukitnya yang terpisah-pisah, membentuk lanskap yang berbeda dari gunung pada umumnya. Keunikan inilah yang membuat Gunong Taleuk terasa seperti dunia lain yang tersembunyi di balik Pidie.

Jalur Menantang Menuju Puncak
Untuk menikmati keindahan tersebut, perjalanan menuju Gunong Taleuk bukanlah rute yang singkat. Akses pendakian dapat dimulai dari pusat Kecamatan Tiro menuju Desa Blang Keudah, melewati Bendungan Pinto Sa Tiro.

Jarak dari Banda Aceh ke kawasan Tiro adalah sekitar 145 kilometer. Dari Desa Blang Keudah, wisatawan harus menelusuri jalur sungai dan menyeberangi sekitar tujuh aliran sungai yang cukup lebar dan dalam.

Setelah itu, barulah pendakian sesungguhnya dimulai. Waktu tempuh berjalan kaki menuju puncak memakan waktu sekitar 2 hingga 3 jam.

"Mengingat belum adanya petunjuk jalan resmi, perjalanan ini menjadi sangat menantang. Oleh karena itu, wisatawan sangat disarankan untuk menggunakan jasa warga setempat sebagai penunjuk arah (guide)," ujarnya.

Sebagai Duta Wisata Pidie, Dzurriyyal Khaira percaya bahwa Savana Gunong Taleuk adalah harta alam Pidie yang harus terus dijaga.

"Gunong Taleuk bukan sekadar destinasi wisata, tetapi ruang untuk merasakan ketenangan, meresapi keindahan alam Aceh, dan belajar menghargai perjuangan sebelum sampai ke puncak. Kami berharap wisata ini semakin dikenal, namun tetap dirawat agar keasriannya tidak hilang oleh keramaian,” pesannya.

Duta Wisata Pidie, Dzurriyyal Khaira (FOTO: HO I Duta Wisata Pidie 2025).

Pasangan Agam Pidie 2025, Teuku Iqbalz ini juga menambahkan, sejauh ini Gunong Taleuk lebih banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal, khususnya kalangan muda dari Pidie dan daerah sekitarnya.

"Mereka biasanya datang untuk menikmati suasana savana, healing, camping, dan tentunya mengeksplorasi keindahan alam yang masih sangat alami ini," ujar Inong Pidie.

Selain itu, tempat ini juga populer di kalangan komunitas pendaki dan pencinta alam karena jalurnya yang memberikan pengalaman trekking menantang, terutama saat harus melintasi aliran sungai sebelum tiba di titik pendakian.

Belakangan, Gunong Taleuk kian ramai dikunjungi oleh fotografer dan kreator konten karena pemandangannya yang estetis dan jarang ditemukan di tempat lain di Aceh.

Bahkan, wisatawan dari luar Pidie seperti Banda Aceh, Aceh Besar, Bireuen, hingga Lhokseumawe, mulai berdatangan setelah melihat dokumentasi Gunong Taleuk yang viral di media sosial.

Tips Berkunjung dari Duta Wisata Pidie
Bagi Anda yang berencana mengeksplorasi keindahan Savana Gunong Taleuk, berikut adalah rekomendasi waktu terbaik untuk berkunjung:

  • Pagi Hari (06.00 - 09.00 WIB): Ini adalah waktu yang paling disarankan. Udara masih sangat sejuk, kabut tipis masih menyelimuti kawasan, dan cahaya matahari pagi membuat hamparan savana terlihat lebih hidup serta fotogenik.
  • Sore Hari (16.00 - 18.00 WIB): Suasana sore menawarkan kehangatan dengan langit yang mulai berubah warna. Momen matahari terbenam (sunset) dari atas savana ini bisa menjadi pemandangan yang sangat menakjubkan.

Mengingat jalur pendakian mengharuskan pengunjung menyeberangi beberapa aliran sungai, waktu paling ideal adalah saat musim kemarau atau saat curah hujan rendah.

Pada musim hujan, debit air sungai akan meningkat dan arusnya menjadi deras, sehingga perjalanan jauh lebih berisiko.

"Gunong Taleuk tidak hanya menawarkan panorama, tetapi juga rasa. Rasa lelah yang berubah menjadi kagum, serta rasa sunyi yang berubah menjadi damai. Di hamparan hijau itulah, Pidie terasa lebih hidup, lebih dekat, lebih hangat, dan lebih berkesan," pungkasnya.

Editor: Suryadi

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.