Setiap sore menjelang waktu berbuka, lapaknya selalu dipadati warga yang rela mengantre demi mendapatkan porsi bubur hangat tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, Bang Jamal menyediakan dua pilihan porsi.
"Saya menjualnya dalam banyak porsi, baik porsi kecil maupun porsi besar. Kalau Porsi Kecil, Rp10.000, sedangkan Porsi Besar, Rp20.000," ujarnya.

Kehadiran Kanji Pidie Bang Jamal di Ulee Kareng, menegaskan bahwa tradisi meukanji (makan bubur kanji) tetap hidup di tengah masyarakat urban di pusat kota provinsi Aceh.
Bagi Anda penikmat kuliner rempah, mencicipi racikan Bang Jamal adalah salah satu cara terbaik merayakan nuansa Ramadhan di Serambi Mekkah.