Terlebih, penerima pertama ini merupakan lansia dengan kondisi kesehatan yg kurang baik serta bayi yang menderita penyakit dari keluarga tidak mampu.

Hal yang sama diakui, Lela, wajahnya terlihat guratan kelelahan, namun matanya berbinar saat memandangi bangunan Huntara yang akan ditempatinya.
Selama 42 hari, Lela dan buah hatinya bertahan di sebuah gubuk kecil tanpa pernah merasakan perlindungan tenda bantuan.
"Senang sekali, rasanya seperti mimpi. Akhirnya anak saya tidak lagi tidur di gubuk yang terbuka," ucap Lela dengan suara bergetar, sambil memeluk erat anaknya di depan hunian baru mereka.
Kepala Desa Babo, Khairi Ramadhan, menuturkan betapa pilunya melihat kondisi warganya. Dengan 90 persen rumah yang hancur dan tak lagi layak huni, Desa Babo kini tampak seperti hamparan puing.
"Hati saya perih melihat ibu-ibu dan bayi harus kedinginan. Maka dari itu, Huntara ini kami khususkan bagi mereka yang paling membutuhkan perlindungan fisik dan pemulihan jiwa," ungkap Khairi dengan nada berat.