"Tim ini memberikan pelayanan primer spesialistik di wilayah, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Utara, Aceh Timur, hingga Aceh Tamiang," akunya.
Layanan yang diberikan mencakup spesialisasi darurat seperti bedah, anak, penyakit dalam, jantung, neurologi, hingga pelayanan keperawatan, yang masih terus berlangsung hingga saat ini.
Selain itu, RSUDZA juga menambah 120 tempat tidur baru. Dari kapasitas awal 839 bed di tahun 2025, kini RSUDZA memiliki total 959 bed untuk menampung pasien.
"Hingga saat ini, tercatat sebanyak 146 pasien dari daerah terdampak bencana telah dirujuk dan ditangani oleh RSUDZA. Seluruh proses pemulihan ini berjalan di bawah supervisi ketat Pemerintah Pusat," ujarnya.
Dalam berbagai kesempatan, Gubernur Aceh terus memberikan dukungan moral agar seluruh pihak bersinergi.