Gema 'Terima Kasih' di Tengah Puing Tanah Indatu

December 31, 2025 - 12:13
Gema ‘Terima Kasih’ di Tengah Puing Tanah Indatu. (FOTO: Doc HABADAILY.COM)
1 dari 3 halaman

HABADAILY.COM - "Terima kasih, Kak. Terima kasih, Ibu." Kalimat sederhana itu terus terucap dari bibir mungil anak-anak korban banjir bandang yang meluluhlantakkan Aceh pada 26 November 2025 lalu. Meski rumah mereka kini hanya menyisakan puing dan lumpur, senyum ketabahan tetap terpancar di wajah mereka.

Kata-kata penuh syukur tersebut kerap terdengar di sepanjang jalan setiap kali dermawan maupun relawan datang membagikan sedikit rezeki. Di sela-sela aktivitas membersihkan lumpur dan kayu yang menimbun halaman rumah mereka, warga tetap menyempatkan diri menyapa para relawan dengan penuh keramahan.

Pada 19 Desember 2025, keluarga besar Habadaily.com menempuh perjalanan dari Banda Aceh menuju Medan. Setibanya di wilayah Pidie Jaya, suasana di dalam mobil yang semula riuh dengan diskusi tentang "tsunami gunung" seketika berubah menjadi hening.

Pemandangan di luar jendela sungguh memilukan. Sawah sawah yang dulunya hijau kini berubah menjadi lapangan lumpur yang gersang. Rumah warga ada yang hilang tersapu arus, dan tak sedikit yang hanya menyisakan bagian atap karena seluruh badannya telah tertimbun material banjir.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.