Bhoi Morica, Inovasi Mahasiswa USK Raih Tiga Penghargaan di KIWIE 2025 Korea Selatan
"Nelli bersama Sarah Salsabil dan Putri Salsabila Rinaldi, serta dosen pembimbing A. Abdul Razak, mengembangkan produk ini karena melihat tingginya prevalensi stunting dan cacingan di Provinsi Aceh," kata Nelli, Kamis (07/08/2025).
Nelli mengaku, daun kelor dipilih karena kandungan nutrisinya yang tinggi seperti vitamin A, kalsium, zat besi, dan antioksidan. Sementara itu, biji pepaya diolah menjadi tepung dengan sifat antibakteri dan anti-cacing alami.
"Kombinasi kedua bahan ini diharapkan mampu meningkatkan gizi sekaligus menjadi anthelmintik (obat cacing) alami. Kue Bhoi dipilih sebagai basis karena merupakan pangan lokal yang kaya protein," ujarnya.
Berkat keunikan dan manfaat kesehatannya, tim USK berhasil meraih Silver Medal, Special Award, dan Special Prize. Keberhasilan ini membuktikan bahwa inovasi lokal memiliki potensi besar untuk bersaing dan diakui di tingkat global.
Tim berharap Bhoi Morica dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pangan lokal bergizi.