Selama konferensi, Nisa mendapatkan banyak ilmu baru tentang metode pengajaran, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk mempersiapkan materi dan mendukung proses belajar mengajar.
"Insyaallah ilmu yang saya dapatkan akan saya terapkan di kelas demi menciptakan kegiatan belajar mengajar yang lebih efektif dan menyenangkan," kata Nisa lewat siaran pers nya kepada Habadaily.com, Jumat (01/08/2025).
Sebelum menjadi guru, Nisa pernah mendapatkan beasiswa Korean Language Course di Jeju University pada tahun 2017. Ia kemudian aktif sebagai staf operasional di KSI Banda Aceh sejak 2023. Melihat tingginya minat peserta didik yang tidak sebanding dengan jumlah pengajar yang ada, ia termotivasi untuk mengikuti program pelatihan guru yang diadakan KSIF pada 2024. Akhirnya, pada awal 2025, Nisa resmi menjadi pengajar.
Menurut Nisa, penguasaan Bahasa Korea kini sangat menunjang berbagai peluang, baik dalam hal pendidikan, karier, maupun pengalaman budaya. Ia mengajak anak muda, khususnya di Aceh, untuk menjadikan ketertarikan mereka terhadap budaya Korea sebagai sebuah keahlian yang berguna di masa depan.