Khairunnisa, Guru Bahasa Korea Asal Aceh Hadiri Konferensi Internasional

August 2, 2025 - 13:51
Khairunnisa Usman, alumni Program Studi Bahasa Inggris Universitas Syiah Kuala (USK) angkatan 2015, baru-baru ini menjadi guru Bahasa Korea pertama asal Aceh yang diundang untuk mengikuti Konferensi Guru Bahasa Korea Dunia 2025 di Seoul, Korea Selatan. (FOTO: USK untuk Habadaily.com)

HABADAILY.COM - Khairunnisa Usman, alumni Program Studi Bahasa Inggris Universitas Syiah Kuala (USK) angkatan 2015, baru-baru ini menjadi guru Bahasa Korea pertama asal Aceh yang diundang untuk mengikuti Konferensi Guru Bahasa Korea Dunia 2025 di Seoul, Korea Selatan.

Wanita yang akrab disapa Nisa ini saat ini merupakan tenaga pengajar di King Sejong Institute (KSI) Banda Aceh, sebuah lembaga resmi yang didukung penuh oleh pemerintah Korea Selatan.

Konferensi yang diselenggarakan oleh King Sejong Institute Foundation (KSIF) ini merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk mempromosikan bahasa dan budaya Korea di seluruh dunia.

Acara yang berlangsung pada bulan Juli lalu ini mengundang 300 pendidik Bahasa Korea dari berbagai negara, dan Nisa terpilih sebagai salah satu perwakilan guru lokal.

Selama konferensi, Nisa mendapatkan banyak ilmu baru tentang metode pengajaran, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk mempersiapkan materi dan mendukung proses belajar mengajar.

"Insyaallah ilmu yang saya dapatkan akan saya terapkan di kelas demi menciptakan kegiatan belajar mengajar yang lebih efektif dan menyenangkan," kata Nisa lewat siaran pers nya kepada Habadaily.com, Jumat (01/08/2025).

Sebelum menjadi guru, Nisa pernah mendapatkan beasiswa Korean Language Course di Jeju University pada tahun 2017. Ia kemudian aktif sebagai staf operasional di KSI Banda Aceh sejak 2023. Melihat tingginya minat peserta didik yang tidak sebanding dengan jumlah pengajar yang ada, ia termotivasi untuk mengikuti program pelatihan guru yang diadakan KSIF pada 2024. Akhirnya, pada awal 2025, Nisa resmi menjadi pengajar.

Menurut Nisa, penguasaan Bahasa Korea kini sangat menunjang berbagai peluang, baik dalam hal pendidikan, karier, maupun pengalaman budaya. Ia mengajak anak muda, khususnya di Aceh, untuk menjadikan ketertarikan mereka terhadap budaya Korea sebagai sebuah keahlian yang berguna di masa depan.

"Ada baiknya jika ketertarikan maupun hobi yang berhubungan dengan Korea Selatan dikembangkan menjadi sebuah keahlian yang akan berguna di masa mendatang dengan mulai mempelajari bahasa dan budayanya," pungkasnya.

Editor: Suryadi

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.