Hidangan khas seperti lamian (mi tarik tangan), roujiamo (roti daging), dan berbagai hidangan domba dan sapi yang dibumbui dengan gaya Tionghoa sangat populer di kalangan etnis Hui dan bahkan digemari oleh masyarakat Tionghoa pada umumnya.
Adat Istiadat dan Perayaan
Dalam adat istiadat sehari-hari, etnis Hui juga menunjukkan perpaduan ini. Misalnya, dalam upacara pernikahan atau pemakaman, mereka mungkin menggabungkan tradisi Islam dengan elemen-elemoni Tionghoa. Pakaian tradisional mereka seringkali memadukan gaya busana Tionghoa dengan modifikasi yang sesuai dengan syariat Islam, seperti penambahan jilbab bagi wanita.
Perayaan hari raya Islam seperti Idul Fitri dan Idul Adha dirayakan dengan meriah, namun seringkali diiringi dengan tradisi Tionghoa seperti kunjungan keluarga, tukar-menukar hadiah, dan hidangan khusus yang disiapkan secara halal.
Bahasa dan Nama
Meskipun sebagian besar etnis Hui berbicara bahasa Mandarin, mereka juga menggunakan kosakata Arab dan Persia dalam konteks keagamaan. Nama-nama mereka seringkali merupakan perpaduan nama Tionghoa dengan nama-nama Islami.