“Gampong bukan tidak membantu. Sudah banyak upaya. Tapi karena tidak ada lahan, rumah bantuam juga tidak bisa dibangun,” ungkap Rudi dengan suara bergetar. Ia menambahkan, baru-baru ini ada lembaga yang menyumbangkan dana untuk membeli sebidang tanah sebagai tempat tinggal baru bagi keluarganya.
Mendengar kisah itu, Marlina Muzakir berusaha menenangkan Nilawati. “Yang sabar, ya, Bu. Insya Allah, pemerintah akan membantu membangun rumah untuk keluarga ini,” katanya penuh empati.
Marlina menegaskan bahwa kunjungannya adalah bagian dari komitmen pemerintah Aceh untuk benar-benar melihat dan merasakan sendiri kondisi rakyat di lapangan. “Doakan kami selalu diberi kekuatan untuk terus turun ke rumah-rumah seperti ini,” ujarnya.
Sebelum meninggalkan rumah itu, Rudi mengucapkan terima kasih dengan suara parau, “Saya doakan Ibu dan Bapak selalu sehat.”
Dari Gampong Me Merbo, rombongan Marlina melanjutkan kunjungan ke rumah pasangan lansia M. Ali dan Maisarah di Gampong Blang Pala, Kecamatan Bandar Baru, Aceh Utara. Di rumah sederhana yang berdiri di atas lahan milik pribadi itu, Marlina kembali disambut haru.
Maisarah langsung menangis saat Marlina tiba. Ia memendam kekhawatiran mendalam: putra mereka, M. Fakhri, akan segera menikah, namun kondisi rumah mereka sungguh memperihatinkan.