Rumah Bantuan Diduga Diperjualbelikan

Keluarga Miskin di Samalanga Sekian Tahun Tinggal di Gubuk Bekas Kandang Sapi

December 26, 2024 - 21:51
Keluarga miskin di Cot Siren, Kecamatan Samalanga, Bireuen, terpaksa bertahan hidup di gubuk bekas kandang sapi. [HABADAILY.COM/Adi Saleum]
2 dari 3 halaman

Boleh jadi, liur yang ditelannya terasa pahit. Seperti juga kehidupan yang harus dijalani Syahabuddin dan keluarganya, semakin hari semakin pahit dan perih.

Rahmah, anak kandung Syahabuddin, mengaku heran dengan skala prioritas penyaluran rumah bantuan pemerintah di desanya. “Kebanyakan yang menerima bantuan rumah layak huni dari Pemerintah Aceh atau Pemkab Bireuen adalah orang yang terlihat mampu, bukan orang miskin seperti kami,” katanya. 

Diakuinya, pernah juga keluarganya ditawari bantuan rumah layak huni namun harus menyiapkan uang Rp15 juta. “Ada orang yang datang ke rumah kami menawarkan bantuan itu, tapi harus membayar ke orang tersebut Rp15 juta,” kisah Rahmah. 

Kondisi tersebut mengharuskan mereka maklum dengan pola penyaluran bantuan rumah layak huni. “Kami pun harus bertahan di gubuk reyot, karena tidak mungkin ayah kami punya uang sebesar itu. Buat makan sehari-hari saja susahnya minta ampun,” sebut Rahmah.   

Karena itu, dia menggap lazim jika ada orang kaya yang bisa mendapatkan rumah layak huni. “Mereka punya uang sebesar yang diminta, makanya bisa mendapatkan rumah bantuan,” imbuhnya.

Beberapa warga Cot Siren yang ditemui media ini mengatakan, sebenarnya keluarga seperti Syahabuddin yang harus diprioritaskan pemerintah dalam menyalurkan bantuan rumah layak huni. “Mereka keluarga miskin yang sangat layak mendapatkan bantuan pemerintah,” sebut pemuda setempat.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.