“Kita ingin anak-anak di Bireuen memiliki pengetahuan tentang lahan basah. Jangan sampai kita hanya tahu tentang lahan basah di negara lain, padahal ada lahan basah penting di sekitar kita,” katanya.
Anggota Tim Penyusun Silabus, Misnar, mengaku optimis modul ajar tersebut bisa langsung dipakai di sekolah. “Modul ini ready to use," ujarnya.
Silabus ini menekankan kompetensi awal yang harus dimiliki peserta didik sebelum mempelajari modul ini, yaitu kemampuan menganalisis kekayaan alam berbasis kearifan lokal. Sistem pembelajarannya dilakukan berbasis siswa.
Modul ini juga meliputi empat dimensi yakni beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, mandiri, kolaborasi, dan bernalar kritis. Misnar menambahkan bahwa target dari pembelajaran ini adalah agar siswa mampu merancang dan melaksanakan mini research komprehensif tentang rawa air tawar.
“Mencakup analisis mendalam terhadap komposisi mineral tanah, dokumentasi lengkap tentang ekosistem di berbagai zona air tawar, serta perbandingan yang teliti antara karakteristik vegetasi di wilayah rawa dalam dan tepi sungai,” kata Misnar. []
Editor: Mardhatillah