Ia juga mengatakan, kegiatan yang berlangsung pada 27-31 Mei lalu ini bagian dari program preservasi dan alih media bahan perpustakaan. Di sini, tim berupaya memperbaiki fisik manuskrip yang rusak dan melakukan alih media.
“Ini dilakukan untuk memastikan informasi berharga dalam naskah-naskah tersebut dapat terus diakses oleh generasi mendatang," ujarnya lagi.
Selain Aceh, tim Perpusnas juga menyambangi daerah lainnya, seperti penyelamatan naskah kuno di Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan.
Sementara itu Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Syarifuddin mengapresiasi kegiatan tersebut dan inisiatif Perpusnas. Ia berharap ada kolaborasi lebih lanjut ke depannya.