"Harapannya nanti di akhir Desember udah jadi, ini penting buat negara, PLN dan juga masyarakat. Buat negara jelas Pemerintah mendukung dekarbonisasi dan net zero emission, bagaimana kita mau mengurangi emisi di negara kita dan mensupport pengurangan emisi di dunia," terang Jisman.
Sebagai salah satu pembangkit EBT terbesar di Provinsi Aceh, PLTA Peusangan memiliki peran penting, yaitu sebagai pembangkit base load, menurunkan BPP, meningkatkan keandalan sistem, berkontribusi dalam Bauran EBT sebesar 0,61 persen untuk mencapai target bauran nasional dan dalam jangka panjang menurunkan konsumsi gas LNG di Sumatera Utara.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Mega Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero) Wiluyo Kusdwiharto menyampaikan, bahwa PLTA Peusangan ini adalah proyek PLTA terlama sepanjang sejarah.
"Dari tahun 1994 dimulai dengan pekerjaan preparasi dan sempat terhenti 1996 karena ada masalah sosial politik, kemudian lanjut tahun 2011 dan sampai 2024 progres nya sudah 94 persen," terang Wiluyo.
Wiluyo menjelaskan terkait dengan hambatan yang ada dalam pembangunan PLTA Peusangan secara teknis sudah bisa PLN tuntaskan, saat ini hanya menyelesaikan isu terkait masalah sosial. Untuk itu PLN akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan dampak dan manfaat adanya PLTA Peusangan.