Di sisi lain, Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, juga mengonfirmasi bahwa rencana investasi masih tertunda mengingat eskalasi konflik dan sanksi yang diberlakukan oleh Amerika Serikat.
"(Rencana investasi) belum dilanjutkan," ujarnya, seperti dilansir dari laman voi.id.
Sebelumnya, Pertamina telah menandatangani nota kesepahaman dengan Iran untuk mengelola blok migas prospektif, termasuk Blok Mansouri. Pada tahun 2016, PT Pertamina (Persero) dan National Iranian Oil Company (NIOC) meneken nota kesepahaman (MOU) untuk melakukan studi awal terhadap dua lapangan minyak besar di Iran, yaitu Ab-Teymour dan Mansouri (Bangestan - Asmari). Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Pertamina untuk meningkatkan portofolio produksinya. []