Konflik Iran-Israel

Bagaimana Nasib Investasi Pertamina di Iran?

April 18, 2024 - 08:00
Ilustrasi: eksplorasi minyak dan gas alam (Freepik)

HABADAILY.COM - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), melalui Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Tutuka Ariadji, mengungkapkan situasi terkini mengenai rencana investasi PT Pertamina (Persero) di Iran. Diketahui, Pertamina melalui PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) tengah mempertimbangkan ekspansi untuk mengelola blok migas di Iran.

Tutuka menjelaskan saat ini pihaknya sedang berdiskusi dengan Kementerian Luar Negeri, terutama mengingat adanya konflik antara Iran dan Israel. 

Menurutnya, Kementerian ESDM masih menunggu arahan dari Kementerian Luar Negeri sebelum melanjutkan investasi di ladang migas Iran. Selain masalah konflik dengan Israel, Iran juga masih terkena dampak sanksi dari Amerika Serikat. 

"Kita enggak bisa ESDM sendiri mendahului politik. Kita lihat Kemenlu sikapnya bagaimana, kalau Kemenlu oke, kita jalan," kata Tutuka, Rabu (17/4/2024).

Di sisi lain, Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, juga mengonfirmasi bahwa rencana investasi masih tertunda mengingat eskalasi konflik dan sanksi yang diberlakukan oleh Amerika Serikat. 

"(Rencana investasi) belum dilanjutkan," ujarnya, seperti dilansir dari laman voi.id.

Sebelumnya, Pertamina telah menandatangani nota kesepahaman dengan Iran untuk mengelola blok migas prospektif, termasuk Blok Mansouri. Pada tahun 2016, PT Pertamina (Persero) dan National Iranian Oil Company (NIOC) meneken nota kesepahaman (MOU) untuk melakukan studi awal terhadap dua lapangan minyak besar di Iran, yaitu Ab-Teymour dan Mansouri (Bangestan - Asmari). Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Pertamina untuk meningkatkan portofolio produksinya. []

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.