Desa Suka Tani merupakan salah satu daerah konflik sebelum perdamaian GAM-RI. Tempat ini juga memiliki pesona alam yang cukup menjanjikan untuk bisa menarik wisatawan petualang ke lokasi ini. Hal itulah yang membuat Disbudpar Aceh ingin memanfaatkan potensi tersebut.
“Karena saya anggap kegiatan ini memang penting dan saya anggap kegiatan ini akan berdampak baik bagi desa ini, dan tentunya bagi penduduk,” katanya.
Almuniza yakin, dengan adanya kegiatan ini dan tekad yang kuat serta kekompakan dari penduduk untuk memajukan daerah, Desa Suka Tani akan menjadi destinasi desa wisata yang maju dan tentunya akan berdampak pada ekonomi warga setempat.
Bahkan dengan potensi alam yang menjanjikan tadi, bukan tidak mungkin lokasi ini masuk dalam Top Ten Khazanah Piasan Nanggroe tahun depan, jika dikelola dengan baik.