MAA Diminta Rangkul Generasi Milenial dan Generasi Z

Habadaily | Sosbud - February 21, 2022 - 23:40
Gubernur Aceh, Ir. H. Nova Iriansyah, MT memberikan sambutan dan arahan saat membuka Rapat Kerja Mejelis Adat Aceh (MAA) dengan tema “ Meningkatkan Koordinasi Antar Lembaga Adat Untuk Menuju Aceh Meu Adab “ di Mata Ie Resort, Sabang, Senin (21/2/2022). FOTO. For Habadaily.com
HABADAILY.COM | 

Lembaga Majelis Adat Aceh (MAA) diminta untuk merangkul generasi milenial dan generasi Z. Hal ini, mengingat di era digital saat ini, perkembangan teknologi sangat pesat, sebagai lembaga adat, pentingnya peran MAA membentuk kelompok generasi ini agar tidak salah langkah.

“Ada kelompok yang saat ini harus kita rangkul, yaitu generasi milenial dan generasi Z. Jangan sampai MAA ini dianggap sebagai kumpulan komunitas orang-orang tua. Adat anak muda juga harus kita maintance, harus kita kendalikan. Adat itu bukan hanya memaintance apa yang terjadi di masa lalu, tapi alangkah lebih baiknya jika kita bisa membentuk apa yang akan terjadi di masa depan. Oleh karena itu, kedua generasi ini sangat penting untuk kita rangkul,” Kata Gubernur Aceh, Nova Iriansyah saat membuka Rapat Kerja Majelis Adat Aceh Tahun 2022, di Aula Mata Ie Hill Resort, Senin (21/2/2022).

Kata Gubernur, akhir-akhir ini yang menonjol di Aceh adalah kasus kekerasan dan kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak, narkoba dan game online. Ini menjadi tugas besar yang harus menjadi perhatian bersama.

“Kekerasan terhadap perempuan dan anak, narkoba dan game online menjadi ujian di dunia modern saat ini, terutama game online dan narkoba. Nah, untuk memberantas ini kita harus merangkul generasi milenial dan generasi Z,” kata Nova.

“Terkait PUBG, saya bersama MPU telah mengharamkan game ini, tapi di warung-warung anak-anak kita masih memainkan game ini dengan memanfaatkan jaringan wifi yang tersedia di warung tersebut. Kenapa kita larang dan kita haramkan? Karena daya rusak yang diakibatkan oleh keranjingan game sama seperti narkoba.

Gubernur menjelaskan, gadget yang dikuasai anak-anak akan masuk ke ranah privat mereka dan tanpa kontrol, hal itu akan sangat berbahaya.

“Gadget yang anak-anak kita kuasai akan masuk ke ruang pribadi mereka. Ke kamar, ke kamar mandinya dan yang paling bahaya adalah semua itu di luar kontrol. Namun, melarang anak-anak kita menggunakan gadget juga tidak mungkin karena banyak juga hal positif dari gadget tersebut,” kata Nova.

Oleh karena itu, Gubernur mengajak MAA untuk membentuk dan membina komunitas yang tidak hanya bernuansa masa lalu tetapi bernuansa masa kini dan masa depan.

Ketua 1 Kolektif Koligial MAA Tgk Yusdedi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kesediaan dan kehadiran Gubernur Aceh pada Raker MAA tahun 2022.

“Ini merupakan kali pertama Raker MAA dibuka dan dihadiri Gubernur Aceh. Apresiasi dan terima kasih kami sampaikan kepada Pak Gubernur atas kehadirannya,” ujar Yusdedi.

Sementara itu, Wali Kota Sabang T Nazaruddin, dalam sambutannya menegaskan dukungannya terhadap penguatan MAA sebagai sebuah lembaga adat, dalam upaya mendukung salah satu program Aceh Hebat, yaitu Aceh Meuadab.

“Bagaimana pun juga, sesuai ajaran agama kita, bahwa Adab berada di atas ilmu. Oleh karena itu, kami masyarakat Sabang siap mendukung pelaksanaan raker MAA di Sabang. Kuatnya MAA tentu menjadi modal penting bagi upaya kita mensyiarkan nilai-nilai agama melalui adat ke-Acehan yang Islami,” ujar Nazaruddin.

Kegiatan yang berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan ini juga dihadiri oleh Ketua TP PKK Aceh Dyah Erti Idawati, Ketua DWP Aceh Safrida Yuliani, Wakil Ketua Majelis Adat Aceh, Ketua MAA Kabupaten/Kota, Pengurus MAA Masa Bakti 2021-2026, Ketua MAA Perwakilan luar Aceh. 

Share: