Danny Fenster, 37, wartawan asal Amerika Serikat yang kini ditahan di Myanmar. [Foto Antara]
2 dari 3 halaman
"Danny juga merasa kecewa dan sedih atas dakwaan baru ini," sambungnya.
AS telah berulang kali mendorong pembebasan Fenster, yang awalnya didakwa dengan penghasutan dan pelanggaran tindakan asosiasi yang melanggar hukum era kolonial.
Danny ditahan di penjara Insein Yangon yang terkenal kejam. Pihak berwenang mengecualikan Fenster dalam amnesti yang diberikan baru-baru ini kepada ratusan orang, termasuk sejumlah awak media, yang sebelumnya ditahan karena protes anti junta.
Militer telah mencabut izin media, memberlakukan pembatasan di internet dan siaran satelit, serta menangkap puluhan wartawan sejak kudeta 1 Februari.
Ikuti Saluran Habadaily via WhatsApp.
Follow
Ikuti Berita Habadaily di Google News.
Follow