Palling tidak, Iqbal menambahkan, masyarakat tidak terhasut dengan berita hoaks yang berkembang dengan cepat. Ia juga berharap melalui sosialisasi tersebut dapat meningkatkan pemahaman secara langsung, khususnya bagi pelajar.
"Karenanya, siswa madrasah juga harus mempelajari dan bisa memahami tentang regulasi pelaksanaan haji selama ini, terlebih ditengah pandemi Covid-19, tentu banyak hal terkait kesehatan juga harus diketahui dan diterapkan," lanjutnya.
Di sisi lain, ia mengimbau siswa dan masyarakat umum menyaring berbagai informasi yang mengandung hoaks (berita bohong) tentang pelaksanaan haji yang selama ini sangat marak dibincangkan. Salah satunya, hoaks tentang dana haji dan pembatalan keberangkatan haji.
Kakanwil juga mengingatkan masyarakat agar selalu berhati-hati terhadap travel umrah yang tidak resmi. Jika ingin mendaftar, masyarakat harus memastikan travel tersebut sudah memiliki izin sesuai dengan regulasi yang ada.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat Khairul Azhar mengatakan, sosialisasi yang dilakukan kepada siswa ini perdana di wilayah Kabupaten Aceh Barat. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya memberikan pemahaman kepada siswa tata cara pendaftaran pelaksanaan haji dan umrah sedini mungkin.