HABADAILY.COM – Anggota DPRA dari Fraksi Partai Nanggroe Aceh, Falevi Kirani menilai permintaan maaf Gubernur Aceh, Nova Iriansyah soal batalnya pembangunan rumah dhuafa, bukanlah solusi.
Diketahui sebelumnya, Nova Iriansyah menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat calon penerima rumah dhuafa. Permohonan maaf yang disampaikan melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, itu terkait batalnya pembangunan rumah dhuafa karena DPRA tidak menyetujui APBA Perubahan 2021.
Menurut MTA, selain anggaran untuk rumah dhuafa, anggaran insentif mukim, camat dan tenaga kesehatan juga tidak bisa direalisasikan karena tidak adanya APBA-P.
"Pak Nova minta maaf, seolah - olah dia sangat peduli pada nasib rakyat miskin. Faktanya Tiap tahun ada saja pencoretan atau pembatalan rumah dhuafa. Selain itu usulan pembangunan rumah dhuafa juga tidak pernah sesuai dengan target RPJM, yaitu 6.000 unit pertahun," sebut Ketua Komisi V DPRA itu.
Falevi merincikan, Tahun 2018 misalnya, dari 4200 unit rumah dhuafa yang telah dianggarkan dalam APBA, semuanya dibatalkan gubernur dengan tidak menerbitkan Pergub Hibah setelah mantan gubernur sebelumnya, Irwandi ditangkap KPK.