Dyah mengatakan, saat ini Aceh menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki tingkat balita penderita stunting yang tinggi. Sebagai salah satu upaya untuk menanggulangi masalah tersebut, PKK Aceh menginisiasi pembangunan rumoh gizi gampong di setiap desa di Aceh.
“Rumoh ini diharapkan menjadi tempat yang spesifik dalam pencegahan dan penanganan stunting,” kata istri Gubernur Aceh itu.
Sejak diluncurkan tahun 2019, kini rumoh gizi gampong telah hadir di sejumlah desa di Aceh. Rumah tersebut difungsikan sebagai tempat menyediakan makanan bergizi untuk anak-anak yang diindikasi mengalami gizi buruk dan stunting, serta ibu hamil. Kemudian juga akan menjadi tempat edukasi penanganan dan pencegahan stunting.
Dyah mengatakan, Aceh Barat menjadi kabupaten ketiga yang dipilih pihaknya sebagai pilot project mengimplementasikan rumoh gizi gampong, tepatnya di Desa Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan. Para kader PKK, posyandu, dan tenaga puskesmas diharapkan dapat bekerja dan menjalankan dengan baik fungsi rumoh gizi. Sehingga menjadi stimulus bagi desa lain untuk mengikuti.
Kepada Ketua PKK Aceh Barat, Dyah mengharapkan dapat mendorong bupati agar bisa menerbitkan Peraturan Bupati yang mengamanatkan agar dana desa dialokasikan juga untuk penanganan dan pencegahan stunting.