USK Pantau Kondisi Mahasiswi Lumpuh Usai Divaksin

August 3, 2021 - 21:30
Uji swab mahasiswa USK yg mangikuti kuliah tatap muka.
2 dari 3 halaman

Selain itu, Dr dr Safrizal Rahman MKEs SpOT  dari Tim Satgas Covid-19 USK serta Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh, juga turut menjalin komunikasi dengan dokter yang merawat Amelia untuk memantau perkembangan kesehatannya. Di mana dalam dua terakhir ini trend pemulihan Amelia semakin membaik.

Dr. Safrizal mengungkapkan, apa yang terjadi pada Amelia kemungkinan besar karena faktor psikosomatik atau ketakutan yang berlebihan sehingga memicu dampak pada kesehatannya. Pasalnya, pada saat screening ia mengatakan punya penyakit asam lambung dan pernah tifus.

 

“Semua keluhan itu, bukan termasuk kontra indikasi atau halangan untuk melakukan vaksin sehingga dilakukanlah vaksin,” ucap dr Safrizal.

Berdasarkan screening inilah, dr Safrizal menilai adanya dugaan kecemasan yang tinggi dari Amelia sehingga menaikan asam lambungnya, lalu mengeluhkan nyeri di ulu hati. Selanjutnya, kaki Amelia menjadi lemah sehingga dibawa ke rumah sakit.

“Namun setelah diamati tanda-tanda vitalnya secara ilmu kedokteran. Seperti tekanan darah, nadi, dan pernafasan itu normal-normal saja. Ketika diajak bicara juga normal,” ucapnya.

Di rumah sakit, Amelia mendapatkan terapi secara medis dan saat ini kondisi pemulihan kakinya sudah terjadi peningkatan. Di mana awalnya, kaki mahasiswa Fakultas Hukum USK ini  tidak bisa diangkat namun sekarang sudah bisa.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.