HABADAILY.COM—Universitas Syiah Kuala mengirimkan tim untuk melihat kondisi kesehatan mahasiswi USK Amelia Wulandari, yang dikabarkan lumpuh usai vaksinasi Covid-19 di Akademi Keperawatan (Akper) di Suak Ribee, Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh.
Kepala Biro Kemahasiswaan Dr drh Mustafa Sabri MP yang memimpin rombongan ini mengungkapkan, kunjungan ini adalah bentuk kepedulian USK terhadap mahasiswanya. Mustafa mengakui, USK telah mewajibkan vaksinasi kepada mahasiswanya.
Hanya saja, bagi mahasiswa yang tidak dapat melakukan vaksin Covid-19 karena alasan kesehatan atau baru terkena Covid-19 dalam tiga bulan terakhir, maka mahasiswa tersebut cukup menunjukan surat keterangan dari Puskesmas atau RSP USK.
Bahkan, jika mahasiswa tersebut berada di daerah yang belum ada kegiatan vaksinasi bagi usia 12 – 18 tahun. Maka, ia dapat membuat surat pernyataan yang ditandatangani oleh orang tuanya. Selanjutnya, mahasiswa tersebut dapat melaksanakan vaksin saat di Banda Aceh yaitu di RSP USK.
“Untuk itulah, dalam kunjungan ini kami ingin memastikan bagaimana kondisi sebenarnya Amelia,” ucap Mustafa.
Dalam kunjungan tersebut, pihak keluarga yaitu ibunya juga menjelaskan saat ini kondisi Amelia sudah membaik. Adapun pemberitaan yang mengabarkan anaknya lumpuh, ia mengungkapkan bukan dari dirinya.
“Saya memang gak menyuruh wartawan, cuma adek saya itu kesel lihat keadaan dia ini. Jadi dialah yang ngomong, saya gak ngomong. Saya tidak menyalahkan siapa-siapa, saya cuma mohon anak saya sembuh,” ucap Ibunya.