Di sisi lain, para pengunjung Mibara juga merasa bahagia. Sebab, mereka kembali bisa menikmati dengan gratis beragam bacaan berkualitas nan bernas.
"Alhamdulillah, setelah setahun diliburkan, saya bisa ke Mibara lagi. Hari ini saya meminjam 5 buku sekaligus, terima kasih Ruman Aceh," kata Nurul Fajri yang tinggal di Gampong Reuloh, Aceh Besar, seraya tersenyum.
Sementara itu, Pendiri dan Pembina Ruman Aceh, Ahmad Arif yang hadir dari pagi hingga selesai Mibara ke 220 menuturkan, pihaknya memberanikan diri karena kasus COVID-19 sudah jauh menurun.
"Kami memantau pemberitaan selama dua pekan terakhir sebelum memutuskan untuk kembali menggelar Mibara. Sebelumnya, tiga kali kami batalkan, karena jumlah kasusnya masih fluktuatif," tutur Arif.