HABADAILY.COM—Pasien positif maupun memiliki gejala terpapar corona yang menjalani perawatan medis di rumah sakit diminta agar menjalin kerjasama yang baik dengan paramedis. Hal serupa juga harus diikuti oleh keluarga pasien.
“Hal ini harus dilakukan agar dapat mencegah penularan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) semasa proses perawatan di rumah sakit atau infeksi nosokomial,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG).
Dikatakannya, kasus-kasus Covid-19 yang menjangkiti tenaga medis, baik dokter maupun perawat, tampaknya ada kaitan dengan pasien-pasien yang pernah ditanganinya. "Perawat atau dokter yang konfirmasi positif virus corona umumnya pernah berinteraksi dengan pasien Covid-19 yang dirawatnya," ujar SAG menjawab awak media, Kamis (02/07/2020).
“Pencegahan penularan virus corona dari proses interaksi tenaga medis dengan pasiennya di rumah sakit (infeksi nosokomial) itu dapat diatasi dengan keterbukaan, kehati-hatian, dan saling mendoakan,” sambung SAG.
Karena itu, lanjut SAG, setiap pasien serta keluarganya harus terbuka dan membuka semua informasi riwayat perjalanannya 14 hari terakhir sebelum merasakan gejala sakit. "Informasi tersebut berguna bagi percepatan penyembuhan pasien dan juga bagi keselamatan tenaga medis di rumah sakit," sebutnya.