“Sejak dimulai pada 18 mei 2014 lalu, kita sampaikan kepada masyarakat bahwa kita tidak mau memberati mereka dengan urusan administratif. Kita mengajak untuk saling berbaik sangka, saling jujur dan saling bertanggungjawab,” imbuh Fadil.
Suhartini, salah seorang pengunjung tetap Mibara merasakan manfaat yang besar dari program Ruman Aceh ini. Bila tidak ada halangan yang bersifat darurat, Suhartini selalu menikmati bacaan di lapak Mibara bersama keluarganya.
“Sudah hampir 4 tahun kami sekeluarga menikmati bacaan gratis yang disediakan Ruman Aceh melalui Mibara. Kami merasakan manfaat yang sangat besar. Bahkan, sekolah tempat saya mengajar juga telah menjalin kerjasama dengan Ruman Aceh,” ujarnya tersenyum.
Sementara itu, Pembina TBM Ruman Aceh, Ahmad Arif menuturkan bahwa pihaknya telah menerima sumbangan 6.737 bahan bacaan dari masyarakat dalam dan luar Aceh sepanjang tahun 2019. Termasuk beberapa instansi pemerintah dan atau swasta.