Kepala Pustekkom Gogot Suharwoto mengatakan, aspek yang dinilai pada penganugerahan ini, antara lain kebijakan kepala daerah, tata kelola, implementasi TIK, manajemen dan komitmen untuk peningkatan SDM. “Kemudian dampak pada guru, siswa dan prestasi sekolah, serta inovasi-inovasi yang dilakukan di daerahnya," ungkapnya.
"Dari seluruh kepala daerah 514 kabupaten/kota se-Indonesia, awalnya ada 155 orang yang masuk nominasi. Kemudian dikerucutkan lagi menjadi 34 untuk menyampaikan presentasi pada akhir Oktober lalu, dan akhirnya terpilihlah 16 kepala daerah berprestasi yang kita berikan penghargaan pada malam ini," ungkapnya lagi.
Sementara Sekjen Didik Suhardi yang mewakili Mendikbud Nadiem Makarim, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas perhatian luar biasa para kepala daerah peraih Anugerah Kihajar 2019 terhadap dunia pendidikan di wilayahnya masing-masing.
"Semoga dapat menjadi motivasi dan contoh bagi daerah lain, terutama terkait pemanfaatan IT dalam dunia pendidikan. Hal ini tak bisa ditawar-tawar lagi karena generasi muda kita sudah sangat melek teknologi. Sangat rugi jika tak mampu menyiapkan sarana dan prasarana IT dengan baik," katanya.
Adapun sejumlah inovasi terbaru yang digagas pihaknya yakni Rumah Belajar dan TV Edukasi, yang bisa dimanfaatkan di ruang kelas maupun di rumah oleh siswa. "Jadi di manapun mereka bisa belajar. Mari kita dorong anak-anak kita untuk menggunakan TIK dengan bijaksana, bukan hanya untuk nge-game tapi juga untuk belajar," pungkasnya.